Rabu, 28 November 2012
PRASANGKA,.,
14.42 | Diposting oleh
Desti Wulandari |
Edit Entri

♥ otak : teman-temanmu hanya mendatangimu ketika kau bahagia, tapi saat kau terpuruk mereka menjauhimu :(
♥ hati : ya . mereka memang seperti itu. mereka mendatangiku ketika aku sanggup menjamu mereka, tapi ketika aku tak bisa menyuguhkan sesuatu, mereka mengerti agar tak mendatangiku. mereka sungguh mengerti akanku :)
Label:
Tugas Kampus
|
0
komentar
Senin, 19 November 2012
The story of Tiger and Soldiers
21.27 | Diposting oleh
Desti Wulandari |
Edit Entri
Alkisah, di
sebuah kerajaan, sang raja mempunyai kegemaran yang tidak lazim, yakni mengukur
kekuatan prajuritnya dengan cara mengadu mereka di arena aduan dengan binatang
buas. Banyak tentara yang mati sia-sia karena kesenangan yang mengerikan dari
raja mereka. Tetapi, tidak ada seorang pun yang berani menentangnya. Karena,
menentang perintah raja berarti mati!
Suatu
ketika, hari aduan kembali tiba. Telah disiapkan prajurit dan hewan buas. Dari
kejauhan, terdengar suara raungan marah dan lapar seekor harimau, sehingga
membuat siapa pun yang mendengar menjadi ciut nyalinya, apalagi prajurit yang
akan diadu.
Setelah sang
raja duduk di tempatnya, seorang prajurit pun melangkah memasuki arena aduan
dengan kepasrahan sembari berdoa, siapa tahu keberuntungan memihaknya hingga
tak perlu meregang nyawa. Tak berapa lama, pintu kandang harimau pun dibuka.
Segera si harimau mengaum sambil melangkahkan kakinya masuk ke arena dengan
sikap waspada.
Beberapa
saat, aroma ketegangan pun menghiasi suasana. Si prajurit segera menyiapkan
diri untuk mempertahankan diri dari serangan harimau. Namun, sebuah keanehan
terjadi. Harimau yang terlihat ganas bukannya segera menyerang dan siap memakan
mangsanya, tetapi dia malah berputar mengendus-endus mengitari si prajurit
tanpa menunjukkan sikap bermusuhan sama sekali.
Anehnya
lagi, harimau justru berusaha mendekat ke prajurit yang tadi sudah siap melawan
harimau. Prajurit makin terheran dengan tindakan harimau yang lantas
menjulurkan lidahnya dan menjilat kaki si prajurit tanpa bermaksud menyakiti
sedikit pun. Arena aduan pun menjadi heboh.
Raja segera
memerintahkan membawa si prajurit ke hadapannya. "Hai prajurit! Apa yang
telah kamu lakukan kepada harimau kelaparan itu sehingga dia tidak melahapmu,
malah seakan dia tunduk dan menghormatimu? Ilmu apa gerangan yang kamu pakai?
Segera beritahu rajamu ini," perintah sang raja.
"Ampun baginda.
Hamba juga tidak mengerti apa yang terjadi. Hamba hanya pasrah sembari bersiap
menghadapi kemungkinan terburuk yang terjadi. Tetapi, setelah melihat harimau
yang tiba-tiba mendekati tanpa terlihat ingin menyerang, hamba juga segera
menghentikan niat hamba mempertahankan diri.
Saat itu,
kemudian hamba teringat sebuah peristiwa. Dahulu sekali, hamba pernah
menyelamatkan dan mengobati seekor harimau kecil yang sedang diburu dan
terluka. Dan sangat mungkin, harimau kecil itu adalah harimau yang sama yang
ada di arena tadi. Kebaikan masa lalu yang telah hamba perbuat dan tidak pernah
hamba ingat, ternyata telah menyelamatkan hidup hamba hari ini."
Pembaca yang
luar biasa,
Kisah di
atas adalah gambaran nyata dari pepatah "kita menuai apa yang kita
tanam." Dan, meski cerita tadi sulit dipercaya, tetapi peristiwa semacam
itu bisa terjadi di kehidupan nyata. Semua hal tersebut berhubungan dengan hukum
universal tentang sebab-akibat. Walaupun kita lupa pernah berbuat baik
kepada orang lain, tapi hukum Tuhan tidak pernah lupa. Pada saatnya kelak, kita
pasti akan menerima kebaikan-kebaikan yang sepadan, bahkan melebihi apa yang
pernah kita lakukan.
Begitu juga
sebaliknya. Kita boleh saja lupa pernah berbuat jahat pada orang lain. Namun,
bila saatnya telah tiba, kita pasti akan menerima ganjaran yang setimpal dengan
perbuatan kita. Hal tersebut sejalan dengan keyakinan dan ajaran yang harus
kita praktikkan, yaitu menjauhkan diri dari berbuat kejahatan yang merugikan
orang lain dan selalu berbuat baik dan membantu sesama makhluk.
Untuk itu, mari
terus menanamkan benih kebaikan di setiap kesempatan yang ada, baik pada
lingkungan terdekat kita maupun pada sesama. Niscaya, kita akan mampu
menjalani hidup dengan penuh kedamaian, kebahagiaan, dan keharmonisan.
Label:
STORY
|
0
komentar
Drinking water in the jungle
21.22 | Diposting oleh
Desti Wulandari |
Edit Entri
Alkisah, seorang pria tersesat di hutan yang sangat gersang. Ia
sempoyongan karena hampir mati kehausan. Tak disangka, ia bertemu dengan sebuah
rumah kosong. Di depan rumah tua tanpa jendela dan hampir roboh itu, terdapat
sebuah pompa air. Segera ia menuju pompa itu dan mulai memompa sekuat tenaga.
Tapi, tidak ada air yang keluar.
Lalu ia melihat ada kendi kecil di sebelah pompa itu dengan mulutnya
tertutup gabus dan tertempel kertas dengan tulisan, ”Sahabat, pompa ini harus
dipancing dengan air dulu.. Setelah mendapatkan airnya, mohon jangan lupa
mengisi kendi ini lagi sebelum pergi.” Pria itu mencabut gabusnya dan ternyata
kendi itu berisi penuh air.
“Apakah air ini harus dipergunakan untuk memancing pompa? Bukankah lebih
aman saya minum airnya dulu? Daripada nanti mati kehausan, kalau ternyata
pompanya tidak berfungsi. Untuk apa menuangkan air sebanyak ini ke pompa
karatan hanya karena instruksi di atas kertas kumal yang belum tentu benar?”
Begitu pikirnya.
Untung suara hatinya mengatakan bahwa ia harus mencoba mengikuti nasihat
yang tertera di kertas itu, sekali pun berisiko. Lantas, ia menuangkan seluruh
isi kendi itu ke dalam pompa yang karatan tersebut dan dengan sekuat tenaga
memompanya.
Benar!! Air keluar dengan melimpah. Pria itu minum sepuasnya.
Setelah istirahat memulihkan tenaga dan sebelum meninggalkan tempat itu, ia
mengisi kendi itu sampai penuh, menutupkan kembali gabusnya dan menambahkan
beberapa kata di bawah instruksi pesan itu: “Saya telah melakukannya dan
berhasil. Engkau harus berkorban terlebih dahulu sebelum bisa menerima kembali
secara melimpah. PERCAYALAH!! Inilah kebenaran hukum alam.”
Netter yang Luar Biasa,
Hidup ini, tidak selalu harus menerima, baru memberi. Tetapi ada
kalanya, bahkan seringkali, kita harus memberi dulu, baru menerima. Bukan
seperti kata-kata dalam bahasa Inggris yang populer dan sering kita dengar:
“Take and Give” (mendapatkan dan memberi) tetapi seharusnya “give and take”
(memberi dan mendapatkan).
Dalam kehidupan ini, sebenarnya sumber kebahagiaan adalah memberi
(baik memberi layanan, pertolongan, perjuangan, atau pengorbanan). Barulah kita
akan menikmati apa-apa yang pantas kita dapatkan.
Mari, miliki inisiatif untuk memberi dan memberi terlebih dahulu. Maka
anugerah terindah pasti disuguhkan kepada kita.
Salam sukses, luar biasa!
Label:
STORY
|
0
komentar
the story of the apple tree
19.59 | Diposting oleh
Desti Wulandari |
Edit Entri
Andrie Wongso (sebagai narator)
Yang sangat mencintai seorang bocah laki2
Setiap hari si bocah berlarian
Mendatangi pohon tersebut
Dia merangkai daunnya dan dikenakan sebagai mahkota
Kadang bocah ini memanjat / bermain ayunan di antara dahan2
pohon
Saat lapar dia juga makan buah apelnya
Setelah letih bermain si bocah pun tertidur
Di keteduhan bayangan si pohon
Si bocah sangat mencintai pohon ini
Dan pohon pun demikian pula
Waktu cepat berlalu... si bocah tumbuh menjadi dewasa
Pohon merasa kesepian tanpa keriangan si bocah
Suatu hari si bocah yang telah dewasa
Datang kembali di bawah pohon
“hai anak muda Silahkan naik ke badan ku seperti dulu,” kata pohon dengan
riang
"Makanlah buahku ayo kita bermain lagi," lanjutnya
Si bocah menjawab:
"Aku bukan anak kecil lagi Aku tidak akan memanjat pohon Dan bermain seperti dulu..."
“maaf” kata pohon aku tidak punya uang, nak”
“ambilah buah apel dan daunku juallah kepasar kau akan
mendapatkan uang bergembiralah"
Si bocah bersemangat segera memanjat dan memetik apel di
pohon lalu membawanya pergi...
Lama sekali setelah itu si bocah tidak datang lagi
Pohon merasa sedih dan sepi
Hingga suatu hari si bocah datang kembali pohon merasa
sangat gembira hingga bergetar
“ayo nak, naiklah ke badanku bermainlah seperti dulu”
“ aku sangat sibuk tidak sempat lagi bermain memanjat pohon
“ kata si bocah
“aku ingin sebuah rumah u/ menghangatkan diri” bisakah kamu
memberi?" Tanya si bocah berharap
Pohon pun menjawab : “aku tidak punya rumah hutan adalah
rumahku”
"Tapi kamu bisa membelah hutan dan memotong dahan ku u/
membuat rumah"
Si bocah segera menebang dahan di pohon dan membawanya pergi...
Namun lama sekali setelah itu... si bocah tidak datang lagi
Saat si bocah datang lagi, saking gembiranya pohon tidak
mampu berkata banyak :
"ayo nak,bermainlah"
"ayo nak,bermainlah"
“aku sudah tua “ bocah yang sudah berumur itu melanjutkan
“aku ingin sebuah perahu yang bisa membawaku pergi. Bisakah
kau memberiku sebuah perahu?”
“Tebanglah aku dan buatlah perahu. pergilah berlayar dengan
gembira,” kata si pohon.
Si bocah tua pun menebang kayu dan membawanya pergi...
Setelah sekian lama si bocah tua kembali datang
Si bocah tua menjawab: “aku pun sudah tua, yang aku butuhkan
tidak banyak lagi”
“ aku hanya ingin tempat yang tenang untuk beristirahat
karena aku sangat latih”
“tepat sekali. Aku sisa pohon yang sudah tua, sangat tepat
u/ kamu gunakan u/ duduk”
“mari nak, beristirahat di badanku”
Si bocah tua pun dengan badan terbungkuk meletakkan diri di
atas pohon u/ beristirahat
Sahabat,...
pohon ini sama dengan ayah / ibu kita
saat mereka kesepian sendirian, saat mereka membutuhkan
kita, di manakah kita, anak-anaknya berada?
Semua telah diberikan kepada kita. Berapa banyak waktu yang
kita sisihkan u/ mereka.
Berapa perhatian yang telah kita berikan kepada mereka
Suatu hari kelak kita pun akan menjadi seperti pohon itu,
Semoga kita pun bisa menjadi pohon yang berbahagia
sumber:
sumber:
Label:
STORY
|
0
komentar
Jumat, 09 November 2012
Gambar Jadul hahaha
10.33 | Diposting oleh
Desti Wulandari |
Edit Entri
Label:
Unik
|
1 komentar
Kamis, 25 Oktober 2012
Selamat Hari Raya Idul Adha 1433H
14.15 | Diposting oleh
Desti Wulandari |
Edit Entri
Label:
Idul Adha 1433H
|
1 komentar
Sabtu, 21 Juli 2012
Kemaro Island
22.10 | Diposting oleh
Desti Wulandari |
Edit Entri
Label:
Kemaro Island
|
0
komentar
Langganan:
Postingan (Atom)
About Me
- Desti Wulandari
- Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
- * Mahasiswi Universitas Lampung * Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik * Jurusan Sosiologi'10
Blog Archive
Total Tayangan Halaman
Pengikut
Labels
- ✿ ♥ ✿ (1)
- 2013 m (1)
- Alone (1)
- ANALISIS KEBIJAKAN SOSIAL (1)
- Beberapa Cara Membaypass Login Mikrotik Wi-Fi (HotSpot) (1)
- BELIEVE (1)
- Cara Membuat Subtitle indonesia dari Film Luar (1)
- Cara Rahasia Shortcut Ctrl+Enter pada Browser (1)
- CATNIP [Nepeta Cataria] (1)
- Curhat (2)
- health (3)
- Hope (1)
- Idul Adha 1433H (1)
- Kemaro Island (1)
- LAST MESSAGE FULL MEANING OF LIFE WITH HUMILITY (1)
- Mangan (1)
- Mengenang (1)
- Mungilnya Strawberry ku_^ (1)
- Nilai dan Norma (1)
- pengetahuan (1)
- Politik Hukum (1)
- Pray (1)
- Ramadhan (2)
- Sains (2)
- SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU (1)
- STORY (4)
- Tanpa Nama ... ??? (1)
- Teknologi (1)
- Tips (2)
- Tree (1)
- Tugas Kampus (80)
- Unik (20)
Diberdayakan oleh Blogger.





























