Kamis, 13 Oktober 2011

PostHeaderIcon Perspektif Sosiohistoris: Perkembangan


Perspektif Sosiohistoris:
Perkembangan

Perubahan sosial menurut proses linear dapat mengarah kekemajuan / kemunduran.  Manusia hidup dalam lingkaran kehidupan berbentuk spiral. Konsep linier tentang sejarah, terlihat dalam karya St. Angustine “kebangkitan, kemajuan dan tujuan yang ditentukan dari dua kota, yakni kota Tuhan dan kota Dunia”. Kedua kota itu mempunyai keyakinan berbeda dan akan dipisahkan oleh pengadilan akhirat.

Bila kemajuan dibayangkan tidak menurut kemajuan berkepanjangan dari masa lalu byang panjang ke belakang hingga kemasa depan yang abadi, tetapi menurut “kebudayaan manusia dan kemajuan intelektual setelah melampui periode yang sangat panjang”, maka baik pemikir Yunani maupun Romawi, berpedang pada pemikiran tentang kemajuan.

Condorcet menyatakan kemajuan manusia dengan penuh semangat dan pujian. “bahwa kesempurnaan kemampuan manusia tak terbatas, kemajuan ini tak terbatas kecuali karena terbatasnya usia bumi tempat kita hidup ini”.  Ia mengakui, tingkat kemajuan mungkin berbeda, namun tak ada kemungkinan tetap / mundur.

Teoritisi perkembangan menyatakan bahwa pada dasarnya pola evolusi manusia dan masyarakat berlangsung lambat, namun pasti, berkembang menuju keadaan yang lebih baik. Teoritis lain menekankan pada konflik / pola dialektika dari perkembangan sosial.




0 komentar:

Posting Komentar

About Me

Foto Saya
Desti Wulandari
Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
* Mahasiswi Universitas Lampung * Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik * Jurusan Sosiologi'10
Lihat profil lengkapku

Total Tayangan Halaman

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
Chococat is a registered trademark of Sanrio Co., Ltd. ("Sanrio"), and the images are copyrighted by Sanrio.